TANGANI DEMAM DENGAN OBAT, KOMPRES DAN PERLU KE DOKTER ?

DEMAM PADA ANAK

Dr Widodo Judarwanto pediatrician

APAKAH DEMAM ITU ?
Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh.
Demam adalah kondisi dimana otak menciptakan kondisi suhu di atas normal yaitu di atas 38C. Akibat tuntutan peningkatan tersebut maka tubuh akan memproduksi panas.

MEKANISME TERJADINYA DEMAM
· Sejak zaman dahulu, demam telah dikenal sebagai tanda utama penyakit, tetapi pengertian tentang patofisiologi demam tergolong relatif masih baru. Substansi yang dapat menimbulkan demam disebut pirogen. Ada dua macam pirogen, yaitu pirogen endogen yang dibentuk oleh sel-sel tubuh sebagai respons terhadap stimulus dari luar (misal: toksin), dan pirogen eksogen yang berasal dari luar tubuh. Demam timbul karena adanya produk sel peradangan hospes yang merupakan pirogen endogen. Belakangan ini, terbukti bahwa fagosit mononuklear merupakan sumber utama pirogen endogen dan bahwa bermacam-macam produk sel mononuklear dapat menjadi mediator timbulnya demam.
· Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut pirogen atau zat pencetus panas.
· Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem imun.
· Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita. Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.
· Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman/bakteri, bisa virus, jamur, dll
· Pada saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi. Dengan mengerahkan sistem imun. Tentara untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa beberapa tujuan diantaranya adalah mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi dan menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.
· Terdapat tiga fase terjadinya demam. Diawali dengan menggigil, sampai suhu tubuh mencapai puncaknya, lalu menetap dan baru akhirnya turun

CARA MENGATASI DEMAM
· Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg dapat terjadi karena demam”).
· Kompres anak dengan air hangat. bBukan dengan air dingin. karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
· Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
· Obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

KOMPLIKASI
· Dehidrasi atau kekurangan cairan karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh.
· Kejang demam, biasanya hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 5 tahun. Terjadi pada hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat.
· Kejang demam pada umumnya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kerusakan otak.

PENANGANAN DEMAM :
· Orang tua tidak harus panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
· Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
· Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
· Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal
· Ekstra cairan, Minum sering: Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim
· Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit: pedialyte, oralit
· Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
· Tepid sponging (kompres air hangat)
· Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.

KAPAN HARUS MENGHUBUNGI DOKTER

· Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
· Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
· Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan
· Bila bayi berusia 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
· Kejang atau terdapat kaku kuduk leher,
· Sesak napas
· Gelisah, muntah, diare
· Sakit kepala hebat

Kapan harus mengompres anak demam

· anak sangat gelisah
· Suhu 40C
· Mempunyai riwayat kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
· Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk

CARA MENGOMPRES
· Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 – 32C
· Usapkan air hangat di sekujur tubuh anak
· Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak bermain

PENANGANAN KEJANG
· Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang.
· Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat.
· Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup – dg kejang akibat infeksi otak.
· Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh), berlangsung sekejap, setelah kejang – anak sadar.
· Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop – tidak jarang, akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.

PENANGANAN KEJANG DEMAM :
· Jangan panik, amati kondisi anak dengan cermat
· Baringkan anak/bayi di tempat yang aman
· Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak dengan posisi anak tengkurap atau miring
· Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak

OBAT PENURUN DEMAM

  • Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox – sehingga pembentukan prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan suhu tubuh. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam.
  • Obat penurun demam yang sering diberikan adalah Ibuprophen, Acetaminophen, Acetosal Metamizole. Bila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati
  • Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal). Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi acetaminophen.
  • Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan dengan tepat.
  • Jangan berikan aspirin seperti asetosal atau aspilet pada anak

www.growupclinic.com

Supported By:

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com   http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, GRoW UP CLINIC Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s