BEDA FLU BABI DENGAN PENYAKIT FLU LAINNYA

SULITNYA MEMBEDAKAN FLU BABI ATAU FLU BIASA

 

Dr Widodo Judarwanto SpA

Peningkatan kasus flu babi pada manusia di Indonesia tampaknya semakin mengkawatirkan. Perjalanan penyakit yang disebabkan virus H1N1 ini sangat cepat dan sangat menakutkan. Pada awalnya sulit membedakan dengan penyakit lainnya. Bila sedikit saja terjadi keterlambatan maka nyawa penderita sulit terselamatkan.  Dengn semaikin pesatnya peningkatan flu babi di  Indonesia, masyarakat perlu memahami perbedaan flu babi dengan flu biasa.

Harus diakui pada awal perjalanan penyakit sulit membedakan flu babi dan flu biasa. Karena, tampilan klinis manusia yang terinfeksi flu babi menunjukkan gejala awal mirip terkena flu biasa. Diawali dengan demam, mialgia (nyeri otot dan tulang), sakit tenggorokan dan batuk. Dalam perkembangannya menjadi sesak dan kondisi tubuh sangat cepat menurun drastis. Bila tidak segera ditolong, korban bisa meninggal karena berbagai komplikasi. Komplikasi yang mengancam jiwa adalah mengakibatkan gagal napas dan beberapa kelainan organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal, jantung atau otak. Deteksi dini gejala penyakit ini tampaknya akan mengoptimalkan penanganannya sehingga dapat menekan angka kematian. Membedakan sejak dini infeksi flu babi dengan flu biasa juga dapat mengurangi kecemasan berlebihan yang terjadi.

PENILAIAN AWAL

  • Gejala flu babi pada manusia adalah demam tinggi, mialgia (nyeri otot dan tulang), sakit tenggorokan, batuk dan sesak.
  • Harus lebih diwaspadai bila terdapat salah gejala tersebut disertai dalam waktu 7-10 hari pernah kontak dengan penderita yang berasal dari daerah endemis seperti mexico atau dilingkungan rumah, tempat kerja atau sekolah terdapat penderita flu babi.
  • Gejala awal ini biasanya juga didapatkan pada penyakit faringitis (infeksi tenggorokan), tonsilitis (amandel), flu atau infeksi saluran napas akut lainnya.
  • Tetapi pada beberapa penyakit infeksi saluran napas akut jarang berlanjut menjadi sesak napas. Bila hingga hari ke 7 demam, tidak mengalami sesak napas maka kekawatiran flu babi flu babi yang berat  dapat disingkirkan. Bila dicurigai flu babi ringan atau tanpa komplikasi tidak perlu dirawat, karena 95% flu babi yang ringan tidak diperlukan perawatan
  • Demam yang terjadi biasanya lebih dari 38oC dan berlangsung sekitar seminggu. Bila demam terjadi lebih dari seminggu biasanya bukan flu babi.
  • Bagaimana cara untuk menilai seseorang sesak atau tidak ? Pada usia usia bayi di bawah 1 bulan dikatakan sesak bila jumlah gerakan pernapasan meningkat lebih dari 60 kali permenit, usia 1 bulan – 1 tahun lebih 50 kali permenit atau usia >1 tahun lebih 40 kali permenit. Gerakan pernapasan dilihat dari gerakan naik turun dada saat bernapas. Gejala sesak juga dapat dilihat dengan adanya gerakan napas cuping hidung atau kedua cuping hidung bergerak-gerak saat bernapas. Gejala lain yang tampak adalah adanya tarikan otot bantu napas di ujung tulang dada depan, otot di sela iga atau di otot di sekitar perbatasan dada dan perut. Pada sesak yang berat tampak sesorang akan gelisah, kesadaran menurun dan disertai kebiruan pada bibir, ujung tangan dan kaki.
  • Bila terdapat sesak napas disertai gejala demam, sakit tenggorokan atau batuk kita harus lebih cermat. Kasus seperti ini dalam penatalaksanaan flu babi disebut kasus observasi. Artinya, harus lebih teliti untuk mendapatkan informasi tambahan seperti adanya kontak dengan unggas yang terinfeksi dan pemeriksaan laboratorium pendukung lainnya.
  • Gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak napas juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas disertai dengan asma. Penyakit asma biasanya pernah didapatkan adanya riwayat sesak sebelumnya. Pada kasus seperti ini, sesak akan membaik atau berkurang setelah diberikan obat bronkodilator (pelega napas) baik berupa obat minum atau obat hirupan. Pada orang tua kasus seperti ini juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas akut disertai penyakit jantung dan penyakit kronik paru lainnya.
  • Serangkaian gejala tersebut juga didapatkan pada penyakit pnemonia (radang paru) karena bakteri, atau virus lainnya. Gejala pnemoni ini mirip karena pada infeksi flu babi  juga dapat terjadi pnemonia. Selain dengan pemeriksaan fisik penderita juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan rontgen dada.
  • Gambaran khas pnemoni adalah adanya gambaran infiltrat atau perselubungan pada ke dua lapang paru. Kita harus mencurigai adanya infeksi flu burung bila disertai 1 atau lebih informasi lain. Diantaranya adalah hasil tes laboratorium positif untuk virus influenza A tanpa mengetahui subtypenya. Kontak 2 minggu sebelum timbul gejala dengan penderita yang dipastikan mengidap flu babi. Atau, kontak 2 minggu sebelum timbul gejala. Bila didapatkan hal tersebut maka disebut kasus probabale (tersangka) infeksi flu babi.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

  • Pemeriksaan untuk penunjang diagnosis sangat diperlukan dalam penatalaksanaan penderita. Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya infeksi flu babi pada manusia adalah hasil biakan virus positif Influenza A (H1N1) atau hasil dengan pemeriksaan PCR positif untuk influenza H1 . Pemeriksaan lain adalah pemeriksaan serologis dengan peningkatan titer antibodi spesifik H1 sebesar > 4 x atau hasil dengan IFA positif untuk antigen H1. Bila dengan pemeriksaan salah satu tersebut dinyatakan posisitif maka dinyatakan sebagai kasus confirmed atau kasus pasti.
  • Pemeriksaan serologi lain adalah pemeriksaan laboratorium antibodi spesifik pada 1 spesimen serum tertentu untuk virus influenza A (H1). Tetapi pemeriksaan ini masih belum terlalu sensitif. Bila hasilnya positif masih dianggap kategori kasus probable (diduga).
  • Pemeriksaan laboratorium lainnya bukan untuk memastikan adanya infeksi flu babi. Tetapi hanya sebatas untuk membantu menilai prognosis, menentukan jenis tindakan serta untuk menyingkirkan diagnosa banding penyakit lainya. Pemeriksaan rutin tersebut adalah pemeriksaan darah lengkap ( hemoglobin, hitung lekosit, hitung jenis lekosit, trombosit, laju endap darah), albumin, globulin, SGOT/SGPT, ureum, kreatinin, kreatin kinase dan analisa gas darah. Pemeriksaan mikrobiologi yang diperlukan adalah pemeriksaan gram dan basil tahan asam atau kultur sputum dan usap tenggorokan.
  • Pemeriksaan skrening cepat dengan hapusan cairan hidung dan swab tenggorok hanya bisa dilakukan untuk melihat virus tipe A

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s