Pencegahan dan Antisipasi FLU BABI DI INDONESIA, oleh DEPKES

 

Berdasarkan Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin Presiden RI tanggal 27 April 2009 dan didahului Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, memutuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Memerintahkan kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah cepat dan tepat dalam menangkal wabah Flu Babi. Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Influenza (KOMNAS FBPI) ditugaskan untuk mengkoordinasikan langkah-langkah tersebut.

2. Melaksanakan tindakan-tindakan sebagai berikut:

(1) Melakukan surveilan aktif untuk mendeteksi sedini mungkin anggota masyarakat yang terkena penyakit mirip influenza (Influenza Like Illness/ILI), terutama jika terjadi dalam satu kelompok bersama-sama, melalui:
Jaringan surveilan wilayah Departemen Kesehatan ( Distric Surveillance Officer /DSO) dan Survelan Wilayah Departemen Pertanian (Participatory Disease Survaillance and Response/PDSR).
Intensifikasi jaringan Desa Siaga.
Jaringan puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan.
Jaringan mahasiswa, sukarelawan, dan tenaga kesehatan.
(2) Melakukan surveilan untuk pendatang ke Indonesia, khususnya dari Amerika Utara dan singapura

(3) Memberikan “Travel Advisory” tentang situasi Flu Babi dan langkah-langkah yang diperlukan bagi Warga Negara Indonesia yang akan berkunjung ke Amerika Utara:
Melakukan pemindaian suhu tubuh (thermal scanning) di pelabuhan udara dan laut.
Pemberian kuisioner (Health Alert card)
(4) Memantau perkembangan dunia dan berkomunikasi intensif dengan pemerintah Meksiko, Amerika Serikat, dan Negara lain.

(5) Mengintensifkan komunikasi dengan berbagai mitra Internasional, antara lain ASEAN dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

(6) Meningkatkan kesiapsiagaan disemua jaringan kesehatan dan laboraturium yang memiliki kapasitas untuk melakukan pengujian sebagai bagian dari surveilans aktif terpadu.

(7) Melakukan surveilans terpadu ke peternakan-peternakan babi dan wilayah sekitarnya.

(8) Meningkatkan intensitas karantina hewan, baik ekspor impor maupun antar daerah.

(9) Melakukan pelarangan sementara impor daging babi dan produknya.

(10)Memberikan penjelasan publik secara sistematis mengenai Flu Babi, dengan pesan: Tetap tenang, Pahami gejalanya, dan tanggap terhadap perubahan situasi.

(11)Mengaktifkan dan memberdayakan pusat informasi (call center dan SMS Center).

(12)Memantapkan rencana kesiapsiagaan nasional (Pandemic Respon Plan), baik medis maupun non medis, untuk penanganan pusat penyebaran penyakit (epicenter) dan wabah raya (global pandemic).

(13)Mempersiapkan logistik dan sumber daya manusia untuk penanganan jika terjadi kondisi yang lebih buruk termasuk pelayanan vital (Essential-sectors) dan rencana keberlangsungan dunia usaha (business contingency plan).

(14)Mempersiapkan dan mengantisipasi jika terjadi kondisi yang lebih buruk termasuk apabila harus memberlakukan larangan perjalanan dan perdagangan.

(15)Memperhitungkan dan mempersiapkan respon terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Flu Babi.

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN 

Yudhasmara Foundation 

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s