Orang Kidal Beresiko Gangguan Perilaku

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa gangguan yang berhubungan dengan perkembangan otak, seperti disleksia, skizofrenia, dan gangguan hiperaktif atau ADHD, juga lebih sering ditemui pada orang kidal. Menurut perkiraan para ahli, sekitar 10% manusia di dunia adalah orang kidal. Sedangkan orang yang dapat menggunakan tangan kanan dan kiri dengan sama baiknya hanya 1% dari populasi.

Apa yang menyebabkan orang menjadi kidal sebagian disebabkan oleh genetika. Diperkirakan sekitar 25% dari penyebab kidal adalah karena genetika. Faktor lingkungan dalam kandungan juga ditengarai ikut mempengaruhi. Bayi yang lahir dari ibu yang tua atau berat badan lahirnya rendah lebih besar kemungkinannya menjadi kidal, juga ibu yang mengalami stres selama kehamilan lebih mungkin untuk melahirkan anak kidal. Secara umum, tidak ada perbedaan IQ antara orang normal dan kidal secara signifikan, namun ada beberapa bukti yang menunjukkan orang kidal lebih baik dalam berpikir luas atau mengembangkan konsep baru.

Orang kidal juga memiliki gaji rata-rata sekitar 10% lebih rendah dari orang biasa, menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard University.

Orang kidal tampaknya berkaitan dengan risiko sejumlah gangguan kejiwaan dan perkembangan. Sekitar 20% penderita skizofrenia adalah kidal. Hubungan antara kidal dengan disleksia, ADHD, dan beberapa gangguan mood lainnya juga telah dibenarkan dalam beberapa penelitian.

Pada orang yang banyak memakai tangan kanan, otak bagian kirinya lebih dominan. Tetapi kecenderungan ini tidak sama pada orang kidal. Sekitar 70% orang kidal mengandalkan otak kirinya untuk memproses bahasa, fungsi otak yang paling penting. 30% orang kidal lainnya menunjukkan belahan otak bagian kanan yang lebih dominan atau didistribusikan secara merata. Mereka lebih rentan mengalami gangguan belajar dan lebih berisiko mengalami gangguan otak..

Dominasi salah satu belahan otak diyakini para ilmuwan lebih efisien. Dan tidak ada belahan otak yang dominan berkaitan dengan gangguan mental. Penderita skizofrenia misalnya, mereka menunjukkan aktivasi belahan otak yang merata (simetris) dibandingkan orang normal.

Penelitian menunjukkan baik orang kidal maupun orang yang menggunakan tangan kiri dan kanan sama baiknya memiliki risiko kesulitan memahami bahasa serta mengalami gejala ADHD ketika anak-anak.

Dalam penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Pediatrics yang melibatkan hampir 8.000 orang anak di Finlandia, Dr Rodriguez menemukan bahwa anak yang menggunakan tangan kiri dan kanan sama baiknya berkaitan dengan gejala ADHD. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kerja otak mereka terhambat karena koneksi syaraf otak mereka berbeda.

Para ahli berpendapat bahwa kidal maupun menggunakan tangan kanan dan kiri sama biaknya dapat digunakan sebagai faktor risiko gangguan kejiwaan atau perkembangan. Adanya faktor risiko tersebut bisa mendorong pemeriksaan lebih dini atas gangguan tersebut. Namun, fakta menunjukkan bahwa orang-orang kidal memiliki banyak kelebihan di bidang olahraga.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s