Berbagai Penyakit Menular Seksual Yang Selalu Mengancam

Berbagai Penyakit Menular Seksual Yang Selalu Mengancam

Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.  Penyakit menular seksual adalah penyakit yang menyerang manusia dan binatang melalui transmisi hubungan seksual, seks oral dan seks anal. Kata penyakit menular seksual semakin banyak digunakan, karena memiliki cakupan pada arti’ orang yang mungkin terinfeksi, dan mungkin mengeinfeksi orang lain dengan tanda-tanda kemunculan penyakit. Penyakit menular seksual juga dapat ditularkan melalui jarum suntik dan juga kelahiran dan menyusui. Infeksi penyakit menular seksual telah diketahui selama ratusan tahun.

Menurut the Centers for Disease Control (CDC) terdapat lebih dari 15 juta kasus PMS dilaporkan per tahun.  Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini.

Hampir seluruh PMS dapat diobati.  Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar danmenyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkankematian. Wanita lebih beresiko untuk terkena PMS lebih besar daripadalaki-laki sebab mempunyai alat reproduksi yang lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkanpenyakit melanjut ke tahap lebih parah. Bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.  PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.  Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan.  Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian.  Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan.  Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.

Penting untuk diperhatikan bahwa kontak seksual tidak hanya hubungan seksual melalui alat kelamin.  Kontak seksual juga meliputi ciuman, kontak oral-genital, dan pemakaian “mainan seksual”, seperti vibrator.  Sebetulnya, tidak ada kontak seksual yang dapat benar-benar disebut sebagai “seks aman” .  Satu-satunya yang betul-betul “seks aman” adalah  abstinensia.  Hubungan seks dalam konteks hubungan monogamy di mana kedua individu bebas dari IMS juga dianggap “aman”.  Kebanyakan orang menganggap berciuman sebagai aktifitas yang aman.  Sayangnya, sifilis, herpes dan penyakit-penyakit lain dapat menular lewat aktifitas yang nampaknya tidak berbahaya ini.  Semua bentuk lain kontak seksual juga berisiko.  Kondom umumnya dianggap merupakan perlindungan terhadap IMS.  Kondom sangat berguna dalam mencegah beberapa penyakit seperti HIV dan gonore.  Namun kondom kurang efektif dalam mencegah herpes, trikomoniasis dan klamidia.  Kondom memberi proteksi kecil terhadap penularan HPV, yang merupakan penyebab kutil kelamin.

Gejala-gejala umum PMS pada laki-laki adalah :

  • Bintik-bintik berisi cairan, borok, atau lecetpada daerah sekitar kelamin.
  • Luka tidak sakit, keras dan berwarna merahpada sekitar daerah kelamin.
  • Adanya kutil yang tumbuh seperti jengger ayam.
  • Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar kelamin.
  • Sakit luar biasa saat kencing.
  • Kencing nanah/darah dengan bau busuk.
  • Bengkak panas nyeri pada pangkal paha yang akhirnya menjadi borok.
  • Kehilangan berat badan secara drastis, diare berkepanjangan, danberkeringat saat malam.

Gejala-gejala umum PMS pada Perempuan meliputi :

  • Rasa sakit atau nyeri saat kencing atau saat berhubungan seksual.]
  • Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
  • Keluarnya lendir pada vagina.
  • Keputihan berwarna putih susu, bergumpal, dan disertai rasa gatalpada kelamin.
  • Keputihan berbusa dan berbau busuk.
  • Bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.

1. Sifilis atau Raja Singa

  • Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema pallidum, Penularannya terjadi lewat hubungan seksual yang tidak sehat..
  • Bakteri ini masuk kedalam tubuh melalui selaput lender (vagina atau mulut) atau melalui kulit. Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar keseluruh tubuh melalui darah. Sifilis juga dapat menginfeksi janin dalam kandungan dan janin bisa berakibat cacat bawaan.
  • Gejala-gejala. Gejala penyakit ini mirip dengan gejala sejumlah penyakit lain. Ciri awalnya dimulai dengan lecet yang tida terasa sakit pada penis atau kemaluan dan berkembang dalam tiga tahap, yang dapat berlangusung lebih dari 30 tahun. Gejala-gejala umum yang timbul: -Muncul benjolan di sekitar kelamin -kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. -Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual. -selama 2-3 tahun pertama, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun setelah 5-10 panyakit ini menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah, dan jantung. -Pada perempuan penyakit ini dapat menular pada bayi yang di kandung.
  • Pengobatan Antibiotik dapat menghentikan aktivitas bakteri penyebab sifilis, namun penggunaanya harus sesuai resep dokter. Jadi, Jika anda merasakan gejala diatas maka segera periksakan diri, selanjutnya ikuti saja petunjuk dokter.

2. Herpes Simpleks

  • Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes kelamin). Penyebab herpes ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, baik vaginal, anal atau oral yang menimbulkan luka atau lecet pada kelamin dan mengenai langsung bagian luka/bintil/kutil.
  • Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutan dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar, dan akan membentuk keropeng. Herpes timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan dengan orang yang mempunyai penyakit tersebut. Tetapi antara 5-10 hari, gejala ini akan hilang dan muncul kembali. Gelaja ini timbul tergantung tergantung daya tahan tubuhnya.
  • Pengobatan yang terbaik adalah segera kunjungi dokter anda dan ikuti petunjuknya.

3. Trikomoniasis Vaginalis

  • Trikomoniasis adalah PMS yang disebabkan oleh parasit
  • Gejala dan tanda-tandanya adalah: Keluar cairan vagina berwarna encer dan baunyabusuk. Vulva agak bengkak, gatal, dan tidak nyaman. Nyeri saat kencing.
  • Dapat menyebabkan keputihan yang berbusa atau tidak ada gejala sama sekali.
  • Pada perempuan hamil dapat menyebabkan kelahiran premature.

4. Gonorrhea

  • Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri itu adalah Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonorrhea ini sering di kenal dengan kencing nanah, karena memang penis akan mengeluarkan nanah berwarna putih kuning atau putih kehijauan. Gonorrhea bisa menyebar melalui aliran darah kebagian tubuh lainnya, teutama kulit dan persendian.
  • Gejala-gejalanya sangat mudah di deteksi dan di ketahui terutama untuk laki-laki. Ciri-cirinya adalah terasa sakit perih ketika buang air kecil, kadang-kadang pada waktu kencing atau sesudah kencing akan terasa nyeri beberapa saat, setelah itu tidak terasa lagi. Ciri kedua adalah penis akan mengeluarkan cairan putih kekuning-kuningan atau kehijau-hijaun. Jika anda menemukan dua gejala itu pada diri anda bisa dipastikan anda telah terinfeksi bakteri ini.
  • Pada wanita gejala ini agak lebih sulit di ketahui, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.
  • Pengobatanya. Penyakit ini termasuk mudah disembuhkan, asal tidak terlambat. Begitu ada gelaja itu segera tanpa menunggu lama pergilah ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk di berikan obatnya. Jangan sekali-sekali membeli obat sendiri, karena obat itu harus sesuai dengan resep dokter. Kalau tidak ada dokter spesialis, dokter umum juga bisa, namun lebih di anjurkan langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
  • Dokter akan memberikan 3 jenis obat untuk di makan selama seminggu. Setelah itu anda harus datang kembali untuk memeriksa ke dokter yang sama.

5. Klamidia.

  • Limfogranuloma Venereum adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
  • Klamidia adalah PMS yang sangat berbahaya dan biasanya tidak menunjukkan      gejala; 75% dari perempuan dan 25% dari pria yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali.
  • Penyakit ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga beraksi tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk yang paling dapat diobati, tetapi telah menginfeksi sekitar empat juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.
  • Infeksi ini biasanya kronis, karena sebanyak 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga tidak memeriksakan diri.
  • Masa tanpa gejala ber-langsung 7 – 21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan padaalat reproduksi laki-laki dan perempuan.
  • Pada perempuan, gejalanya bisa berupa : Keluarnya cairan dari alat kelamin atau sering disebut keputihan encer berwarna kuning kecoklatan, Rasa nyeri di rongga pinggul, dan Pendarahan setelah hubungan seksual.
  • Sedangkan pada laki-laki, gejalanya bisa berupa : Keluar cairan bening dari saluran kencing. Rasa nyeri saat kencing. Infeksi lebih lanjut dapat menyebabkan banyak cairan keluar dan bercampur nanah.Tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal prosesinfeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu penderita tidak sadar sedangmenjadi pembawa PMS dan menularkannya kepada pasangannya melaluihubungan seksual. Akibat terkena Klamidia pada perempuan adalah cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, robeknya saluran ketubans ehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Sementara pada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran air mani dan mengakibatkan kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada bayi, 60% – 70% terkenapenyakit mata atau saluran pernafasan (pneumonia).
  • Gejala yang ditimbulkan : Cairan vagina encer berwarna putih kekuningan; Nyeri di rongga panggul; Perdarahan setelah hubungan seksual.  Komplikasi yang mungkin terjadi : Biasanya menyertai gonore; Penyakit radang panggul; Kemandulan akibat perlekatan pada saluran falopian; Infeksi mata pada bayi baru lahir; Memudahkan penularan infeksi HIV. Tes laboratorium yang dilakukan untuk mendeteksi adalah Elisa, Rapid Test dan Giemsa

6. Kutil kelamin

  • Disebabkan oleh Human Papiloma Virus. Gejala yang ditimbulkan : tonjolan kulit seperti kutil besar disekitar alat kelamin (seperti jengger ayam).
  • (HPV) dengan gejala yang khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan.
  • Pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampaidubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Bila perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit disekitar kelamin.
  • Pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagiandalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanyalaki-laki baru menyadari setelah ia menulari pasangannya.Sampai sekarang belum ada obat yang dapat secara tuntasmenyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan hanya sampai pada tahap menghilangkan kutilnya saja.
  • Komplikasi yang mungkin terjadi : kutil dapat membesar seperti tumor; bisa berubah menjadi kanker mulut rahim; meningkatkan resiko tertular HIV-AIDS. Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung dapat terlihat oleh mata biasa.

7. HIV-AIDS

  • AIDS adalah penyebab kematian ke enam pada laki-laki dan perempuan muda.  Virus ini fatal dan menimbulkan rasa sakit yang cukup lama sebelum kemudian meninggal.
  • AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome
  • Penyakit ini adalahkumpulan gejala akibat menurunnyasistem kekebalan tubuh yang terjadikarena seseorang terinfeksi virus HIV.HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus
  • Orang yang terinfeksi oleh virus ini tidak dapatmengatasi serbuan penyakit lain karena sistemkekebalan tubuhnya menurun terus secara drastis.Virus ini tergolong unik karena daur hidupnya.Virus HIV yang hidup bebas di luar tidak dapatberkembang biak. Namun, jika virus tersebut hinggapdi sel hidup, ia akan mengubah sel tersebut menjadipabrik virus HIV. HIV hanya akan mengikatkan diripada reseptor khusus di permukaan sel. Reseptor inihanya terdapat di sel darah putih, sel pencernaan,dan sel otak. (Gambar 1).HIV menembus dinding sel melalui reseptor tersebut dan melepaskan seluruh isi virus ke dalamsel tersebut (Gambar 2).Enzim yang ada dalam tubuh virus merubahRNA (Ribonucleat acid) rantai tunggal menjadi rantaiganda (DNA) agar sesuai dengan DNA inangnya. DNA virus bergabung dengan DNA inang. Selinang tidak dapat mengetahui apa yang terjadipadanya. (Gambar 4). Sel inang lalu akanmenginstruksikan organel-organelnya untukmereplikasi RNA guna membentuk HIV baru. Dan pada akhirnya, virus HIV baru akan keluar dari selinang dan siap untuk menyerang sel lain. Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidakmemperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering kalimenderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu ataudiare.Penderita sering kali merasa sehat danmemang dari luar memang tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita tidak memperlihatkan gejala yang khas. Sesudahnya, tahun ke 5 atau 6 mulai timbuldiare berulang, penurunan berat badan secaramendadak, sering sariawan di mulut, dan terjadipembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Kekebalan tubuh semakin lemah dan akhirnya penderita mudah terjangkit berbagai macam penyakit.Sampai nanti penderita meninggal perlahan.
  • Belum ditemukan obat bagi penderitannya sampai saat ini. Obat yang tersedia hanya dapat menolongpenderita untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya

8. Candidiasis Vaginalis

  • Kandidiasis vagina merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur Candidas albicans
  • Pada keadaan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun di dalam liangkemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas danberreplikasi secara tak terkendali sedemikian rupa sehingga mengakibatkaninfeksi dan terjadi keputihan.
  • Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal,disertai rasa gatal panas dan kemerahan pada kelamin dan di sekitarnya.
  • Penyakit ini tidak selalu tergolong PMS, tetapi pasangan seksual dariperempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan di kulit kelamin

9. Hepatitis B.

  • Penyakit ini juga banyak disebabkan oleh hubungan seks yang tidak aman. Hepatitis B dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

10. Molluscum contagiosum (molluscum contagiosum virus MCV)

  • Molluscum contagiosum (MC) adalah infeksi virus pada kulit atau kadang-kadang pada membran mukosa. MC hanya menjangkiti manusia, seperti cacar. Namun, ada beberapa jenis virus-virus pox  yang menjangkiti banyak mamalia. MC yang menjangkiti manusia adalah sebuah jenis virus DNA poxvirus yang disebut   molluscum contagiosum virus (MCV). Ada empat jenis MCV, MCV-1 sampai 4;  MCV-1 adalah yang paling lazim dan MCV-2 terlihat pada orang dewasa dan biasanya ditularkan lewat hubungan seksual. Infeksi MC paling umum pada anak-anak berusia satu sampai sepuluh tahun. MC dapat mempengaruhi setiap daerah kulit namun yang paling umum terdapat pada badan, lengan, dan kaki. Hal ini menyebar melalui kontak langsung atau pemakaian bersama barang-barang seperti pakaian atau handuk.
  • Virus umumnya menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Ini meliputi kontak seksual atau menyentuh atau menggaruk bisul yang kemudian menyentuh kulit. Penanganan benda-benda yang terdapat virus ini di dalamnya, seperti handuk, juga dapat menyebabkan infeksi. Infeksi Molluscum contagiosum menimbulkan banyak bisul yang bisa hilang tiba-tiba jika tanpa perawatan, mungkin sampai 6 bulan atau lebih.
  • Waktu dari infeksi pertama kali sampai munculnya lesi berkisar antara 2 minggu sampai 6 bulan, dengan rata-rata masa inkubasi 6 bulan.
  • Gejala Lesi (luka) Molluscum contagiosum bentuknya seperti daging merah, kubah, dan mutiara. Ukuran diameternya antara 1-5 millimeter, dengan cekungan di pusat/tengah. Lesi ini umumnya tidak menyakitkan, tetapi mereka mungkin menimbulkan gatal dan  iritasi. Mengorek atau menggores gundukan lesi dapat mengakibatkan infeksi lebih lanjut. Sekitar 10% dari kasus, eksim berkembang di sekitar luka. Hal ini mungkin akan menjadi rumit akibat kemunculan infeksi bakteri sekunder. Infeksi virus terbatas pada suatu area pada lapisan paling atas dari kulit ari. Setelah virus yang mengisi kepala lesi telah hancur, infeksi hilang. Pusat inti lunak berisi virus. Dalam sebuah proses yang disebut autoinoculation, virus mungkin akan menyebar ke daerah-daerah tetangga kulit. Anak-anak sangat rentan terhadap autoinoculation ini.
  • Pengobatan Pengobatan sering tidak diperlukan, tergantung lokasi dan jumlah luka, dan tidak ada satu cara pengobatan yang efektif mengobati penyakit ini.

11. Scabies (Sarcoptes scabiei)

  • Kudis atau Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, kebotakan, dan kegatalan pada kulit [
  • Sarcoptes scabiei adalah tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran (300–600 μ) x (250-400 μ) pada betina, dan (200- 240 μ) x (150-200 μ) pada jantan, biasanya hidup di lapisan epidermis . Permukaan dorsal dari tungau ini ditutupi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis melintang sehingga menghasilkan sejumlah skala segitiga kecil. Selain itu, pada betina terdapat bulu cambuk pada pasangan kaki ke-3 dan ke-4 sedangkan pada jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke-3

12. Chancroid (Haemophilus ducreyi)

  • Ulkus mole (Chancroid) atau chancroid atau soft chancre atau soft sore adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, setempat, disebabkan oleh Streptobacillus ducrey (Haemophilus ducreyi) dengan gejala klinis yang khas berupa ulkus nekrotik yang nyeri pada tempat inokulasi, dan sering disertai pernanahan kelenjar getah bening regional.
  • Penyakit ini ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual, selain di daerah genitalia dapat juga terjadi inokulasi H. ducreyi di jari mulut dan dada. Pada tempat masuknya mikro organisme terbentuk ulkus yang khas.
  • Gejala infeksi Chancroid adalah : Pengembangan borok menyakitkan pada alat kelamin (penis atau vagina). Chancroid juga dapat menyebabkan kelenjar getah bening di daerah pangkal paha membengkak. Ulkus chancroid Nyeri biasanya berkembang 3-10 hari setelah terinfeksi. Pada wanita, borok yang mungkin terjadi di dalam vagina dan tidak segera terlihat tanpa pemeriksaan panggul. Wanita dengan Chancroid juga mungkin mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan, nyeri saat menggerakan perut, atau perdarahan rektum. Baik pria maupun wanita bisa mengalami demam dan kelelahan umum dengan penyakit

13. Granuloma inguinale atau (Klebsiella granulomatis)

  • Granuloma Inguinale adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin.
  • Penyebab Bakteri Calymatobacterium granulomatis.
  • Gejala Gejala mulai timbul dalam waktu 1-12 minggu setelah terinfeksi.  Gejala awalnya berupa bintil-bintil merah yang tidak nyeri, yang secara perlahan tumbuh menjadi benjolan bulat dan menonjol.   Bagian tubuh yang terkena pada pria adalah penis, buah zakar, selangkangan dan paha, sedangkan pada wanita meliputi vulva, vagina dan kulit di sekitarnya.  Pada pria dan wanita, daerah lainnya yang juga terkena adalah dubur, bokong dan wajah.   Pada akhirnya benjolan tersebut akan menutupi alat kelamin.  Penyembuhannya berlangsung lambat dan bisa terbentuk jaringan parut.   Biasanya benjoolan tersebut akan terinfeksi oleh organisme lainnya.  Jika tidak diobati, bisa menyebar ke seluruh tubuh, yaitu ke tulang,  persendian atau hati dan menyebabkan penurunan berat badan, demam serta anemia.
  • Pengobatan Bisa diberikan antibiotik seperti streptomisin, tetrasiklin, eritromisin, kloramfenikol dan trimetroprim-sulfametoksazol.   6 bulan setelah pengobatan, penderita harus diperiksa untuk memastikan bahwa infeksi sudah berhasil diatasi.
Kemungkinan penularan per tindakan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi
Resiko Yang Telah Diteliti Dugaan resiko atau tidak diketahui
Performing oral sex on a man
  • Throat chlamydia
  • Throat gonorrhea (25–30%)
  • Herpes (rare)
  • HPV
  • Syphilis  (1%)

With anal to oral practices:

  • Hepatitis A
  • Shigella
  • Hepatitis B (low risk)
  • HIV (very low risk; 0.01%)
  • Hepatitis C (unknown)
Performing oral sex on a woman
  • Herpes
  • Throat gonorrhea [16]
  • Throat chlamydia [16]
  • HPV
Receiving oral sex—man
  • Chlamydia
  • Gonorrhea
  • Non-gonococcal urethritis
  • Herpes
  • Syphilis (1%)
  • HPV
Receiving oral sex—woman
  • Herpes
  • HPV
  • Vaginal thrush
  • Bacterial Vaginosis
  • Gonorrhea
Vaginal sex—man
  • Chlamydia (30–50%
  • Crabs
  • Scabies
  • Gonorrhea (22%)
  • Hepatitis B
  • Herpes (0.07% for HSV-2)
  • HIV (0.05%)
  • HPV (at least 5%)
  • Non-gonococcal urethritis
  • Syphilis
  • Trichomoniasis
  • Hepatitis C
Vaginal sex—woman
  • Chlamydia (30–50%)
  • Crabs
  • Scabies
  • Gonorrhea (47%)[15]
  • Hepatitis B (50–70%)
  • Herpes
  • HIV (0.1%)
  • HPV (high; at least 5%)
  • Syphilis
  • Trichomoniasis
  • Hepatitis C
Anal sex—insertive
  • Chlamydia
  • Crabs
  • Scabies (40%)
  • Gonorrhea
  • Hepatitis B
  • Herpes
  • HIV (0.62%)
  • HPV
  • Non-gonococcal urethritis
  • Syphilis (14%)
  • Hepatitis C
Anal sex—receptive
  • Chlamydia
  • Crabs
  • Scabies
  • Gonorrhea
  • Hepatitis B
  • Herpes
  • HIV (1.7%)
  • HPV
  • Syphilis (1.4%)
  • Hepatitis C
Anilingus
  • Amebiasis
  • Cryptosporidiosis (1%)
  • Giardiasis
  • Hepatitis A (1%)
  • Shigellosis (1%)

Permasalahan Penyakit Menular Seksual

image

One response to “Berbagai Penyakit Menular Seksual Yang Selalu Mengancam

  1. Hmm it looks like your blog ate my first comment (it was super long) so
    I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I’m thoroughly
    enjoying your blog. I as well am an aspiring blog writer but I’m still new to everything.
    Do you have any recommendations for inexperienced blog writers?

    I’d definitely appreciate it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s