Waspadai Dampak Hipervitaminosis dan Overdiagnosis Vitamin

Dampak Hipervitaminosis dan Overdiagnosis Vitamin

Kelebihan vitamin diperkirakan diderita oleh mereka yang mengonsumsi suplemen harian untuk meningkatkan asupan mineral dalam tubuh. Kelebihan  itu ternyata juga bisa meningkatkan risiko kesehatan. Hipervitaminosis lebih disebabkan oleh kelebihan vitamin di dalam tubuh. Kelebihan vitamin ini bisa disebabkan konsumsi makanan bervitamin secara berlebihan. Hipervitaminosis bisa pula diakibatkan asupan suplemen pertumbuhan pada anak-anak yang tidak bijaksana. Atau orangtua terlalu berlebihan memberikan sumplemen kepada anak-anaknya, tanpa memedulikan berapa kadar yang tepat.

Orang tua harus memahami juga bahaya kelebihan vitamin atau mineral yang sering disebut megavitamin dan megamineral. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi organ tubuh kita terutama pencernaan, hati dan ginjal. Bahkan dilaporkan beberapa kasus meninggal dunia karena Megavitamin dan megamineral, terutama pada anak. Hal ini terjadi karena kelebihan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin A, vitamin E atau Magnesium dan sebagainya. Pemberian vitamin tertentu seperti vitamin C dosis tinggi dan vitamin B pada orang tertentu seperti penderita gastritis (sakit lambung/mag), atau penderita alergi dapat menimbulkan efek samping baru atau memperberat penyakit yang ada sebelumnya. Pernah dilaporkan kasus pada orang tertentu dapat terjadi alergi vitamin B.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, kebanyakan orang yang rutin mengonsumsi suplemen memiliki pola makan yang baik pula sehingga sebenarnya kebutuhan vitamin mereka sudah terpenuhi dari makanan yang diasup.Pada beberapa kasus, orang yang rajin minum suplemen menderita kelebihan mineral, misalnya zat besi, yang di kemudian hari bisa memicu gangguan kesehatan. Para ahli juga mengingatkan bahwa asupan vitamin dan mineral seharusnya berasal dari makanan yang diasup sehari-hari karena jika sampai berlebihan akan lebih mudah dibuang tubuh.

Hipervitaminosis

Masing-masing vitamin dibutuhkan badan dalam jumlah tertentu. Terlalu banyak maupun terlalu sedikit vitamin yang tersedia bagi tubuh memberikan tingkat kesehatan yang kurang. Bila terlalu banyak vitamin dikonsumsi, akan terjadi gejala-gejala yang merugikan dan kondisi demikian disebut Hypervitaminosis. Sebaliknya bila dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan akan terjadi juga gejal-gejala yang merugikan. Bila kadar vitamin didalam darah sudah menurun tetapi belum memberikan gejala-gejala klinik yang jelas, disebut kondisi Hypovitaminosis, sedangkan bila sudah tampak gejala-gejala klinik, disebut Avitaminosis.

Hypervitaminosis terutama terjadi dengan vitamin-vitamin yang larut lemak, yang telah dilaporkan ada kasus Hypervitaminosis misalnya untuk vitamin A dan D. khusus untuk vitamin A sendiri gejala yang tampak seperti berat badan turun, rambut jarang, gata-gatal pada kulit dan kering dan hati membesar. sementara vitamin yang larut air, sampai sekarang belum pernah dilaporkan memberikan kondisi Hypervitaminosis. Dalam percobaan binatang pernah diberikan Thiamin dengan dosis tinggi dan hasilnya terdapat kelainan pada sel-sel hati dalam bentuk perlemakan ringan. tetapi pada manusia belum pernah dilaporkan adanya kondisi yang menyerupai Hypervitaminosis Thiamin ini. Vitamin-vitamin yang larut air akan segera diekskresikan didalam urine bila dikonsumsi dalam kwuantum berlebihan, seingga tidak besar kemungkinannya untuk menimbulkan gejala-gejala Hypervitaminosis.

Keadaan di mana kadar vitamin dalam tubuh melebihi kadar normal. Keadaan Hipervitaminosis termasuk keadaan patologis dengan gejala khas yang tersendiri. Yang sering terjadi adalah hipervitaminosis A dan hipervitaminosis D. Hipervitaminosis A: timbul akibat pemasukan vitamin A yang sangat tinggi ke dalam tubuh (Iebih dari 300.000 unit internasional pada jenis akut; sedangkan pada yang menahun akibat pemberian tidak terlampau tinggi, tetapi yang diberikan selama beberapa minggu sampai beberapa bulan). Gejala-gejala akut: mual, muntah-muntah, pusing, dan penglihatan kabur. Gejala hipervitamonisis A menahun: nafsu makan berkurang, gatal-gatal, berat badan sukar naik, rambut mudah terlepas, anak sangat peka dari kelainan kulit yang menyerupai eksim. Gejala tersebut di atas akan hilang, setelah vitamin dikurangi atau dihentikan. Hipervitaminosis D: tenjadi karena pemasukan vitamin D berlebihan; di samping mungkin adanya faktor Hipersensitivitas individual terhadap vitamin D. Gejala timbul 3 bulan kemudian, berupa nafsu makan berkurang, mudah terangsang, otot melemas, konstipasi, pucat, poliuri dan polidipsi.

Overdiagnosis

Vitamin adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup oleh tubuh manusia untuk menjalankan fungsi tertentu. Namun, jika tubuh kelebihan vitamin alias overdosis justru akan menimbulkan efek samping yang buruk. Vitamin diklasifikasikan manjadi dua, yaitu yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Semua vitamin diperoleh dari sumber tumbuhan dan hewan, atau keduanya.  Kondisi overdosis vitamin muncul ketika ada kelebihan asupan salah satu vitamin. Kondisi ini juga dikenal sebagai keracunan vitamin, karena kelebihan vitamin dalam tubuh menimbulkan beberapa efek samping. Overdosis vitamin yang larut dalam lemak menimbulkan efek samping yang lebih serius dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam air.

Dampak Overdiagnosis Vitamin

Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang penting bagi penglihatan normal dan produksi sel di dalam tubuh.

  • Gejala overdosis vitamin A: Penglihatan kabur, Pusing, pingsan, Haid tidak teratur, Mual, Insomnia, Diare, Ruam kulit, Nyeri sendi  Sakit kepala
  • Overdosis vitamin B : Susah bernapas, Nyeri dengan sensai terbakar, Mati rasa di kaki dan tangan, Kehilangan koordinasi otot, sakit kepala, Depresi, Kelumpuhan
  • Overdosis vitamin C: Sariawan, Batu ginjal, Diare, Sakit perut, Badan panas, Sakit perut, Insomnia. Gejala Ringan Overdosis Vitamin C: Bisul mulut, Sering kentut atau masalah gas berlebihan, Mual, muntah, pusing, Urin berbau kuat atau pesing, Kembung,  Sakit perut, Gangguan pencernaan, Diare, Sakit kepala, Demam, Peningkatan tingkat stres, Wajah memerah, Ruam kulit Kram kaki, Kram perut. Gejala Utama Overdosis Vitamin C Masalah-masalah ini mungkin timbul jika Anda mengkonsumsi vitamin C lebih dari 6000 mg / hari Dampaknya adalah: Penurunan Vitamin B12 disebabkan oleh berlebihan vitamin C. Kebutuhan oksigen akan dapat meningkat, yang mengakibatkan tekanan tambahan pada jantung, karena vitamin C berlebihan. Kekurangan tembaga bisa saja terjadi karena overdosis vitamin C. Infeksi Penyakit kuning dapat terjadi jika dosis tinggi vitamin C yang dikonsumsi. Gigi berlubang bisa terbentuk karena berlebihan vitamin C. Sakit punggung yang parah dapat terlihat saat kuantitas tinggi vitamin C yang dikonsumsi. Insomnia juga dapat timbul karena ketidaknyamanan dan efek toksisitas vitamin C. Keracunan besi karena peningkatan penyerapan zat besi adalah akibat dari overdosis vitamin C.
  • Overdosis vitamin D: Kelemahan otot, Sakit kepala, Tuli, Kehilangan nafsu makan, Mual, Kelelahan, Muntah, Nyeri tulang. Vitamin D dalam darah berisiko meningkatkan kematian. Terlalu banyak dan terlalu sedikit vitamin D berakibat sama terhadap tubuh. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di University of Copenhagen, Denmark, menemukan kenaikan tingkat kematian hingga 40% pada orang yang vitamin D dalam darahnya sangat tinggi. Penelitian ini berdasarkan pada tes sampel darah dari 247.574 pasien dari Copenhagen General Practitioners Laboratory, seperti dilansir Dailymail.
    Temuan menunjukkan, ketika darah mengandung kurang dari 10 nanomol (nmol) vitamin D per liter serum, risiko kematian melonjak dua kali lipat menjadi 2,31 kali lebih tinggi dari rata-rata. Namun, jika darah mengandung lebih dari 140 nmol vitamin D per liter serum, risiko kematian naik 1,42 kali atau sekira 40% lebih tinggi. Sedangkan angka kematian terendah jika darah mengandung 50 nmol vitamin D, menurut sebuah laporan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism.
  • Overdosis vitamin E: Hipertensi, Kelemahan otot, Kelelahan, Payudara lunak, Lambat penyembuhan luka
  • Overdosis vitamin K: Mual, Muntah, Anemia, Diare, Ruam kulit

Penanganan

  • Jika ada gejala yang disebutkan di atas, pengobatan overdosis vitamin sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Karena sebagian besar gejalanya seperti gejala medis yang lain, maka penting untuk didiagnosa dengan baik.
  • Segera hentikan asupan suplemen vitamin adalah langkah utama dalam mengobati overdosis vitamin. Kedua, dokter mungkin menyarankan untuk menghindari makan makanan yang tinggi kadar vitamin masing-masing. Ketiga, dokter mungkin meresepkan beberapa obat yang membantu dalam mengobati gejala overdosis vitamin.
  • Gejala overdosis vitamin dapat diobati jika tepat waktu dan perawatan yang tepat dilakukan. Sebagai tindakan pencegahan, perlu juga untuk memeriksa label multivitamin dan suplemen untuk agar lebih aman.

 

Provided By

FARMASI OBAT INDONESIA
Yudhasmara Foundation www.obatindonesia.com Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com   http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinicCreating-hashtag-on-twitter@growupclinic
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Growth Development Behaviour Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035 We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2014, Farmasi Obat,  Information Education Networking.  All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s