Dunia Sukses Basmi Malaria

image

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melaporkan kesuksesan besar yang diraih badan dunia itu dalam upaya melawan penyakit malaria. Malaria merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia. Meski demikian, WHO mengingatkan masih ada kendala dalam akses memperoleh pengobatan penyakit malaria.

Angka kematian malaria telah turun lebih dari 25% secara global sejak 2000, dan sebesar 33% di wilayah Afrika. Organisasi kesehatan PBB, WHO mengatakan mempertahankan laju kemajuan saat ini tidak akan cukup untuk memenuhi target pengendalian malaria secara global. Hal ini menuntut pembaruan investasi dalam pengujian diagnostik, perawatan, dan pengawasan untuk malaria.

“Dalam 10 tahun terjadi peningkatan dalam investasi pencegahan dan pengawasan malaria dan ini telah menyelamatkan sekitar satu juta jiwa,” kata Margaret Chan, pimpinan WHO, dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip kantor berita AFP. Chan menegaskan, pihaknya masih jauh dari pencapaian akses universial dalam intervensi menyelamatkan kehidupan dari malaria. Penilaian WHO ini diungkapkan menjelang Hari Malaria Dunia, hari yang dirancang untuk mengingatkan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk yang telah membunuh 655.000 orang pada tahun 2010. Para korban ini termasuk 560.000 anak berusia di bawah lima tahun.

Bahaya Ancam Dunia

Sekitar 3,3 miliar orang beresiko terkena malaria, yang sudah diklasifikasikan endemis di 106 negara. Di antara 655.000 dan 1,2 juta orang meninggal setiap tahun dari infeksi Plasmodium falciparum. Sebagian besar ini angka kesakitan dan kematian dapat dihindari jika obat yang tersedia untuk pasien berkhasiat, berkualitas tinggi, dan digunakan dengan benar.

Malaria merupakan penyakit mematikan nomor lima terbesar di dunia, terutama di negara-negara miskin. Namun kampanye anti-malaria seperti kelambu yang mudah dan murah, penggunaan insentisida yang ramah untuk melindungi orang selama tidur, berhasil menyelamatkan sekitar satu juta nyawa manusia dari malaria yang mematikan. Malaria dilaporkan ada di 99 negara. WHO akan mencoba berbagai langkah untuk menekan korban tewas akibat malaria di seluruh dunia.

Setiap tahunnya, sekitar 1,2 juta orang di seluruh dunia meninggal karena penyakit malaria. Demikian menurut data terbaru yang dimuat dalam jurnal kesehatan Inggris, The Lancet. Angka yang dilansir itu jauh lebih tinggi dari perkiraan WHO tahun 2010 yakni 655.000. Perbedaan jumlah tersebut antara lain karena para peneliti kini menggunakan data yang lebih luas dan lebih dipercaya, termasuk menggunakan teknik yang disebut “autopsi verbal”. Lewat teknik ini para peneliti mewawancarai anggota keluarga orang yang belum lama ini meninggal. Di banyak negara miskin yang infrastruktur kesehatannya rendah, cukup banyak kematian yang tidak teridentifikasi penyebabnya.  Meski begitu, baik WHO atau the Lancet menunjukkan data adanya penurunan jumlah kematian global akibat penyakit yang ditularkan lewat nyamuk ini.  Angka kematian global akibat malaria sempat meningkat dari 995.000 di tahun 1980 dan mencapai puncaknya di tahun 2004 yang mencapai 1,82 juta, lalu turun kembali 1,24 juta di tahun 2010.  Peningkatan kematian di tahun 2004 antara lain disebabkan karena peningkatan populasi yang beresiko tinggi terkena malaria, sementara penurunan di tahun 2010 dicapai karena upaya pengendalian malaria secara cepat di Afrika yang banyak didanai oleh donor internasional.  Salah satu lembaga donor yang paling aktif saat ini adalah Bill and Melinda Gates Foundation, RBM, dan Global Fund to Fight AIDS, Malaria, dan Tuberkulosis. Selain memperluas akses pengobatan, pemberian kelambu juga efektif untuk mencegah gigitan nyamuk malaria. Dari data terbaru ini juga terungkap kematian akibat malaria juga terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Pada tahun 2010, sekitar 42 persen kematian terjadi pada anak berusia di atas 5 tahun sampai di atas 15 tahun

image

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti gejala pada penderita influenza. Apabila tidak diobati, penyakit akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian .

Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamukAnopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.

Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. Sebanyak 90% dari jumlah kematian yang terjadi di Afrika dialami anak-anak. Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.l

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s