Gejala Sepsi Neonatorum, Penyebab Demam Pada Bayi Usia 1 Bulan

Salah satu penyebab demam pada bayi di bawah usia satu bulan atau bayi baru lahir adalah sepsis. Sepsis neonatorum adalah infeksi berat yang diderita neonatus dengan gejala sistemik dan terdapat bakteri dalam darah. Perjalanan penyakit sepsis dapat berlangsung cepat sehingga sering kali tidak terpantau tanpa pengobatan yang memadai sehingga neonatus dapat meninggal dalam waktu 24 sampai 48 hari. Sepsis neonatorum adalah infeksi yang terjadi pada bayi dalam 28 hari pertama setelah kelahiran.

Sepsis neonatal adalah merupakan sindroma klinis dari penyakit sistemik akibat infeksi selama satu bulan pertama kehidupan. Bakteri, virus, jamur, dan protozoa dapat menyebabkan sepsis bayi baru lahir.  Sepsis neonatorum adalah infeksi bakteri pada aliran darah pada bayi selama empat minggu pertama kehidupan. Insiden sepsis bervariasi yaitu antara 1 dalam 500 atau 1 dalam 600 kelahiran hidup.

Sepsis neonatorum, sepsis neonatus dan septikemia neonatus merupakan istilah yang telah digunakan untuk menggambarkan respons sistemik terhadap infeksi pada bayi baru lahir. Sepsis neonatorum adalah suatu bentuk penyakit yang digambarkan dengan adanya infeksi bakteri secara sistemik pada bulan pertama kehidupan yang ditandai hasil kultur darah yang positif. Definisi lainnya adalah sindroma klinis yang ditandai gejala sitemik dan disertai bakteriemia yang terjadi dalam bulan pertama kehidupan.

Insidensi sepsis neonatorum beragam, dari 1-4/1000 kelahiran hidup di negara maju dengan fluktuasi yang besar sepanjang waktu dan tempat geografis. Keragaman insiden dari rumah sakit ke rumah sakit lainnya dapat dihubungkan dengan angka prematuritas, perawatan prenatal, pelaksanaan persalinan, dan kondisi lingkungan di ruang perawatan. Angka sepsis neonatorum meningkat secara bermakna pada bayi dengan berat badan lahir rendah dan bila ada faktor resiko ibu ( obstetrik ) atau tanda- tanda koriamnionitis, seperti ketuban pecah lama ( > 18 jam ), demam intrapartum ibu (> 37,5°C ), leukositosis ibu (>18000/mm3), pelunakan uterus dan takikardi janin (>180 kali/menit). Faktor resiko host meliputi jenis kelamin laki-laki, cacat imun didapat atau kongenital, galaktosemia ( Escherichia coli) pemberian preparat besi intramuskuler ( E.coli), anomali kongenital (saluran kencing, asplenia, myelomeningokel, saluran sinus), omfalitis dan kembar (terutama kembar kedua dari janin yang terinfeksi). Prematuritas merupakan faktor resiko baik pada sepsis awal maupun lanjut.

Gejala Sepsis Pada Bayi :

Sepsis pada bayi baru lahir sesungguhnya tidak memiliki gejala yang spesifik dan diagnosanya pun sangat luas, meliputi gangguan napas, penyakit hematologik (darah), penyakit susunan saraf pusat, penyakit metabolik, jantung, dan infeksi lainnya, seperti TORCH (toksoplasma, rubela, sitomegalo virus, herpes). Gejalan Seppsis lainnya

1. Tubuhnya lemah, tampak sakit, dan kulit berubah warna menjadi keabu-abuan, muncul bintik-bintik tidak rata, ruam, serta pucat.
2. Aktivitas spontan berkurang, kurang kuat menyusu, terserang apnea, dan detak jantung melemah.
3. Suhu tubuh tidak stabil, mengalami gangguan pernapasan, kejang, dan sakit kuning disertai muntah, diare, dan kembung.

 

Faktor Risiko
Untuk mencegah terjadinya neonatal sepsis pada Si Bayi, Anda sebaiknya juga mengetahui dan memahami faktor apa saja yang dapat meningkatkan risikonya, seperti berikut ini:

 

Bayi prematur dan memiliki berat lahir rendah sangat rentan terkena penyakit infeksi, seperti neonatal sepsis, karena fungsi dan anatomi kulitnya belum sempurna. Selain itu, sistem kekebalan tubuhnya pun biasanya sangat lemah.Ketuban pecah dini, lebih dari 18 jam sebelum bayi lahir, berwarna hijau keruh, dan berbau, serta penyakit yang diderita ibu selama kehamilan, seperti infeksi saluran kencing, khorioamnionitis, infeksi bakteri E. Coli juga berpotensi menimbulkan sepsis pada bayi.Tindakan CPR pada bayi baru lahir, kehamilan kembar, pemasangan alat seperti kateter dan infus, bayi dengan galaktosemia, terapi zat besi, perawatan di NICU yang terlalu lama, pemberian obat-obatan, serta pemakaian antibiotik pun dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya neonatal sepsis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s