Berbagai Variasi Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue

image

Berbagai Variasi Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue

Dr Widodo Judarwanto pediatrician

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Salah satu varian klinik infeksi virus dengue, yang ditandai oleh gejala panas 2- 7 hari dan pada saat panas turun disertai/disusul dengan gangguan hemostatik dan kebocoran plasma (plasma leakage).

Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dalam istilah kedokteran disebut Dengue Hemorrhagic Fever. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

image

Tanda dan gejala

* Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam
* Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan – pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh.
* Gangguan saluran cerna dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.

* Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

Berbagai Variasi Klinis

Sesudah masa inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

1. Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
2. Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
3. Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.
4. Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian. Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengueyang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Pada awal sakit, dimana penderita infeksi virus dengue timbul gejala panas, tidak dapat dibedakan apakah akan menjadi varian klinis Demam Dengue atau Demam Berdarah Dengue. Pada saat panas turun, penderita Demam Berdarah Dengue ditandai dengan penampilan klinis yang memburuk. Penderita tampak sakit berat, gangguan hemostatik yang berupa gejala perdarahan menjadi lebih prominen dan kebocoran plasma yang ditandai dengan adanya defisit cairan yang ringan berupa peningkatan PCV ≥ 20 % sampai gangguan sirkulasi/syok.

Pola Demam penderita DBD

– Timbul mendadak, berlangsung 2-7 hari
–  Anak lemas berlebihan. Seharian tidur atau berbaring terus. Tidak mau bermain, turun ke lanyau atau jalan sendiri. Disertai dengan tidak mau bermain (not doing well), nafsu makan menghilang, mual , dan tidak jarang disertai muntah.
– Kadang kurva suhu berbentuk pelana (sadle-back fever)
– Suhu turun mendadak, kemudian penderita merasa/tampak membaik dan muncul nafsu makan.

Nyeri
– Nyeri kepala
– Nyeri belakang mata (retro orbital)
– Nyeri otot (myalgia)
– Nyeri sendi (arthralgia)

Ruam
– Pada awal sakit dapat timbul kemerahan (flushing) pada kulit penderita
– Pada periode penyembuhan dapat muncul confalescence rash, berupa morbilli like rash yang lokasinya di ekstremitas bawah (shoe like appearance) dan di ekstremitas atas (handglove like appearance)

Manifestasi perdarahan

– tidak selalu ada
– Dapat berupa tourniquet test yang positip, petekiae, epistaksis, perdarahan gusi dan dapat terjadi perdarahan masif berupa hematemesis/melena yang sampai membutuhkan transfusi darah.
– Dapat dijumpai gejala gastro intestinal, berupa diare dan gejala saluran napas atas berupa batuk serta pilek yang ringan

Manifestasi klinis infeksi virus dengue

Spektrum Klinis

1. Manifestasi Klinis DD. Demam akut selama 2-7 hari, disertai dua atau lebih manifestasi berikut: nyeri kepala, nyeri retroorbita,   mialgia, manifestasi perdarahan, dan leukopenia. Dapat disertai trombositopenia.Hari ke-3-5 ==> fase pemulihan (saat suhu turun), klinis membaik.

2. DBD
* Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari disertai nyeri kepala, nyeri retroorbita, mialgia dan nyeri perut. Uji torniquet positif.Ruam kulit : petekiae, ekimosis, purpura.
* Perdarahan mukosa/saluran cerna/saluran kemih : epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, melena, hematuri.
* Hepatomegali.Perembesan plasma: efusi pleura, efusi perikard, atau perembesan ke rongga peritoneal. 
* Trombositopenia. 
Hemokonsentrasi.Hari ke 3-5 ==> fase kritis (saat suhu turun), perjalanan penyakit dapat berkembang menjadi syok.
*  Manifestasi klinis nyeri perut, hepatomegali, dan perdarahan terutama perdarahan GIT lebih dominan pada DBD.

3. SSD. Manifestasi klinis seperti DBD, disertai kegagalan sirkulasi (syok).
Gejala syok :Anak gelisah, hingga terjadi penurunan kesadaran, sianosis. Nafas cepat, nadi teraba lembut hingga tidak teraba.Tekanan darah turun, tekanan nadi < 10mmHg.Akral dingin, capillary refill turun.Diuresis turun, hingga anuria.

Perbedaan utama DBD dengan DD adalah pada DBD terjadi peningkatan permeabilitas kapiler sehingga terjadi perembesan plasma yang mengakibatkan haemokonsentrasi, hipovolemia dan syok.Uji torniquet positif : terdapat 10 – 20 atau lebih petekiae dalam diameter 2,8 cm (1 inchi).

Periode afebris

Demam Dengue

Kebanyakkan penderita Demam Dengue, setelah panas turun, penderita merasa/tampak lebih segar, timbul nafsu makan dan akan segera sembuh tanpa disertai komplikasi, sehingga tidak ada pengobatan khusus. Kadang timbul gejala klinis confalescence petechial rash pada tangan atau kaki dengan memberi kesan seperti sarung tangan atau kaus kaki. Dalam prosentase yang kecil periode konfalesence ini membutuhkan waktu agak panjang.

Demam Berdarah Dengue

Pada saat temperatur turun, pada penderita Demam Berdarah Dengue terjadi 2 phenomena yang dapat membawa penderita pada keadaan kritis bahkan dapat berakhir dengan kematian apabila tidak tertangani secara benar, yaitu adanya gangguan hemostatik berupa penurunan jumlah dan kwalitas trombosit, gangguan faktor beku darah, bahkan dapat timbul diseminated intravascular coagulation dan adanya kebocoran plasmasebagai akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Proses kebocoran plasma dari pembuluh darah ini akan menimbulkan defisit plasma didalam pembuluh darah.

Apabila diurut tahapan klinis defisit plasma dalam pembuluh darah akan didapat urutan sbb :

Peningkatan hematokrit >  20%, tanpa disertai gejala gangguan sirkulasiPeningkatan hematokrit > 20%, disertai munculnya gejala penyempitan tekanan nadiPeningkatan hematokrit > 20%, disertai dengan timbulnya gejala shock, yang ditandai dengan tekanan darah sistole dan diastole menurun, nadi kecil dan cepat serta pada perabaan akral dingin.Peningkatan hematokrit > 20%, disertai gejala nadi tak teraba dan tekanan darah tak terukur.(profound shock).

Kalau dihadapkan pada penderita Demam Berdarah Dengue yang termasuk kelompok 3 dan 4, akan dengan mudah mengenalinya, sehingga segera dapat diberikan penatalaksanaannya. Akan tetapi untuk kasus jenis kelompok 2, untuk mendeteksi penyempitan tekanan nadi memerlukan ketelitian dari dokter yang memeriksanya. Apabila menemukan kasus dari kelompok 1 agak sukar untuk menetapkan penderita tersebut tanpa/disertai kebocoran plasma, sebab hematokrit penderita saat sehat tidak diketahui.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

WHO.. Dengue Haemorrhagic Fever: Diagnosis, Treatment and Control. World Health Org; 1986:1-2WHO. Dengue Hemorrhagic Fever : diagnosis, treatment, prevention and control. Geneva, 1997.WHO. Guidelines for treatment of dengue fever/dengue hemorrhagic fever in small hospitals. New Delhi, 1999.Mandell GL, Douglas RG Jr, Bennett JE, eds; Monath TP. Principles and Practice of Infectious Disease. 3rded. Churchill Livingstone Inc; 1990:1248-1251.Guzman MG, Kouri G. Dengue: an update. Lancet Infect Dis. Jan 2002;2(1):33-42.Halstead SB. Pathogenesis of dengue: challenges to molecular biology. Science. Jan 29 1988;239(4839):476-81.Halstead S.B. Dengue. In : Warren S.K, Mahmoud A.A.F eds. Tropical and geographical medicine, 2nded New York Mc Graw-Hill Information Services Co., 1990; 675-85.Innis B.L Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever In : Porterfield J.S. ed Kass Handbook Of Infectious Diseases Exotic Viral Infections 1st ed Chapman & Hall Medical London 1995; 103-46.Kuno G. Review of the factors modulating dengue transmission. Epidemiol Rev. 1995;(2):321-35
WHO. Dengue Hemorrhagic Fever : diagnosis, treatment, prevention and control. Geneva, 1997.WHO. Guidelines for treatment of dengue fever/dengue hemorrhagic fever in small hospitals. New Delhi, 1999.Innis B.L Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever In : Porterfield J.S. ed Kass Handbook Of Infectious Diseases Exotic Viral Infections 1st ed Chapman & Hall Medical London 1995; 103-46.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s