6 Penyakit Dengan Demam Disebabkan Gigitan Nyamuk

6 Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk

image

Setiap saat setiap masyarakat Indonesia tidak terlepas dari gangguan gigitan nyamuk. Biasanya habitat nyamuk ini akan menjngkat dalam keadaan lingkungan dan musim tertentu. Meski pada umumnya menjengkelkan dan mengganggu. Tetapi sebagian lain bisa mengakibatkan gangguan penyakit yang berbahaya seperti Demam Berdarah Dengue, Ensefalitis, Malaria, Ckikununya bahkan Ensefalitis atau radang otak.

Nyamuk betina membutuhkan protein untuk bertelur. Mereka mendapatkannya dengan memberi makan pada berdarah panas makhluk, termasuk burung, kuda, dan orang-orang. Ketika nyamuk menggigit hewan yang terinfeksi atau orang dan kemudian menggigit Anda, itu dapat melewati penyakit darah Anda melalui air liur nya.

Hampir semua penyakit akibat gigitan nyamu memiliki gejala yang hampir sama:
* Demam
* Nyeri badan
* Kemerahan
* Nyeri Kepala

Kadang-kadang mereka keliru untuk flu. Kebanyakan kasus ringan akan hilang dengan istirahat dan beberapa hari.

1. Demam Berdarah Dengue
image

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Salah satu varian klinik infeksi virus dengue, yang ditandai oleh gejala panas 2- 7 hari dan pada saat panas turun disertai/disusul dengan gangguan hemostatik dan kebocoran plasma (plasma leakage). Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau dalam istilah kedokteran disebut Dengue Hemorrhagic Fever. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya  seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tifus.

2. Virus West Nil. Kebanyakan orang yang mendapatkan virus West Nile gejalanya ringan atau  tidak memiliki gejala apapun. Sekitar 1 dari 5 penderita akan mengalami demam dan gejala flu lainnya. Beberapa orang mendapatkan infeksi yang lebih serius seperti edema serebri (otak bengkak), ensefalitis atau meningitis. Bebwrapa kasus dari penyakit tersevut dapat mengancam jiwa.  Virus West Nile adalah virus baru dari keluarga Flaviviridae ditemukan di daerahtropis dan temperate. Utamanya dia menginfeksi burung, namun juga menyebabkan beberapa kondisi dalammanusia, kuda, dan beberapa mamalialainnya. Dia ditularkan melalui gigitan nyamukyang terinfeksi. Dia tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan demam berdarah.

3. Radang otak (Ensefalitis)

image
Japanese Encephalitis (JE) adalah infeksi otal yang disebabkan flavivirus yang berhubungan dengan demam berdarah, demam kuning dan virus West Nile. Virus ini menyebar pada manusia melalui gigitan nyamuk. Japanese Encephalitis adalah penyebab utama virus ensefalitis virus di negara-negara Asia. Seperti yang diungkapkan oleh WHO, Japanese Encephalitis mencapai sekitar 68.000 kasus klinis setiap tahun. Sekitar 24 negara di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki risiko tinggi Japanese Encephalitis. Hingga saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang dilakukan masih difokuskan pada penganan infeksi dan gejala klinis yang parah. Untungnya, masih ada vaksin yang aman dan efektif yang tersedia untuk mencegah Japanese Encephalitis. Kasus pertama Japanese Encephalitis didokumentasikan pada tahun 1871 di Jepang. Sebagian besar infeksi virus Japanese Encephalitis ringan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala atau bahkan beberapa gejala yang tidak jelas. Pada infeksi yang parah, gejala yang dimunculkan seperti demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, tidak sadarkan diri, koma, kejang, lumpuh dan bahkan kematian. Penyakit ini bahkan mampu menyebabkan kematian hingga 30% pada penderita yang mengalami gejala. Sekitar 20% -30% penderita yang bertahan hidup mengalami masalah intelektual, perilaku atau neurologis permanen seperti kelumpuhan, kejang berulang atau bahkan mulai kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Japanese Enchepalitis ditularkan pada manusia melalui gigitan dari nyamuk yang terinfeksi culex sehingga dikenal dengan nama nyamuk culex. Saat terinfeksi, seseorang tidak menjadi viremia (virus dalam aliran darah) yang cukup untuk menginfeksi nyamuk yang menggigitnya. Virus tersebut mengalami siklus transmisi antara nyamuk, babi dan/atau burung air (siklus enzootik). Penyakit ini terutama ditemukan di daerah pedesaan dan pinggir kota, di mana manusia hidup sangat dekat hewan-hewan tersebut. Virus Japanese Encephalitis seringkali ditularkan pada musim panas, saat itu wabah dapat menyebar dengan cepat. Di daerah dengan iklim tropis dan subtropis, penularan dapat terjadi sepanjang tahun. Tetapi, virus ini lebih sering terjadi pada periode musim hujan dan pra-panen di daerah-daerah pertanian.

4. Virus Zika
image

Zika menjadi permasalahan luas bukan hanya di Brasil tetapi di belahan dunia lainnya sejak pertengahan 2015. Hal itu terjadi setelah sekitar 500.000 penduduk tertular virus ini. Lalu berkembang menjadi 1,5 juta penduduk yang tertular. Penyebaran Zika bertepatan dengan peningkatan tajam jumlah bayi yang menderita microcephaly, yaitu suatu kondisi di mana otak janin tidak tumbuh ke ukuran penuh dan menyebabkan bayi lahir dengan kepala abnormal berukuran kecil. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, antara 2010 dan 2014, Brasil memiliki rata-rata 156 bayi yang lahir dengan microcephaly setiap tahun. Tapi pada tahun 2015, lebih dari 3.000 bayi lahir dengan kondisi tersebut.  Virus Zika sebuah virus baru yang menghebohkan dunia telah menyebabkan cacat lahir yang serius pada ribuan bayi di Brasil. Sebenarnya Zika telah dikenali sebagai penyakit yang umumnya tidak berbahaya. Zika ditandai dengan gejala seperti ruam, demam, rasa sakit pada sendi, dan mata merah. Bahkan, sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi virus ini bisa jadi tak menyadarinya. Jika Zika mengikuti pola migrasi yang sama seperti virus yang dibawa nyamuk lain seperti demam berdarah dan chikungunya, para ahli di Texas mengatakan, Florida dan Hawaii berisiko terkena wabah ke depannya. Dengan semakin pesatnya tingkat perpindahan manusia dan globalisasi dunia bahkan tidak tertutup kemungkinan virus yang mengkawatirkan itu akan bergerak menuju ke Indonesia. Virus telah dikaitkan dengan masalah yang lebih serius: kasus sindrom Guillain Barre dan cacat lahir yang disebut microcephaly. Guillain Barre adalah gangguan sistem saraf yang dapat menyebabkan kelemahan dan kelumpuhan. Kebanyakan orang sembuh dari waktu ke waktu. Mikrosefali menyebabkan kepala bayi menjadi kecil dan tidak sepenuhnya berkembang. Bayi dengan kondisi ini mungkin memiliki keterlambatan perkembangan dan intelektual dan masalah lainnya. Tidak ada vaksin untuk mencegah virus. CDC merekomendasikan wanita hamil menghindari bepergian ke daerah dengan infeksi Zika yang sedang berlangsung.

5. Chikungunya Virus. Banyak orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Pendapat ini timbul karena penderita biasanya merasa nyeri pada tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh, tetapi bukan berarti terjadi kelumpuhan. Bahkan penyakit ini tidak mengakibatkan ancaman jiwa bagi penderitanya. Chikungunya berasal dari bahasa Shawill berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini terjadi pada lutut pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.Demam Chikungunya disebabkan oleh virus Chikungunya (CHIKV). CHIVK termasuk keluarga Togaviridae, Genus alphavirus, dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Virus Chikungunya pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur tahun 1952. Virus ini terus menimbulkan epidemi di wilayah tropis Asia dan Afrika. Di Indonesia Demam Chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit di Kuala Tunkal, Jambi, tahun 1980. Tahun 1983 merebak di martapura, ternate dan Yogyakarta. Setelah vakum hampir 20 tahun, awal tahun 2001 kejadian luar biasa ( KLB ) demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi Jawa Barat, Purworejo dan Klaten Jawa Tengah tahun 2002. CHIVK sebagai penyebab demam Chikungunya masih belum diketahui pola masuknya ke Indonesia. Sekitar 200-300 tahun lalu CHIKV merupakan virus pada hewan primata di tengah hutan atau savana di Afrika. Satwa primata yang dinilai sebagai pelestari virus adalah bangsa baboon (Papio sp), Cercopithecus sp. Siklus di hutan (sylvatic cycle) di antara satwa primata dilakukan oleh nyamuk Aedes sp (Ae africanus, Aeluteocephalus, Ae opok, Ae. furciper, Ae taylori, Ae cordelierri). Pembuktian ilmiah yang meliputi isolasi dan identifikasi virus baru berhasil dilakukan ketika terjadi wabah di Tanzania 1952-1953. Setelah beberapa lama, karakteristik CHIVKvirus yang semula bersiklus dari satwa primata-nyamuk-satwa primata, dapat pula bersiklus manusia-nyamuk-manusia. Tidak semua virus asal hewan dapat berubah siklusnya seperti itu. Di daerah permukiman (urban cycle), siklus virus chikungunya dibantu oleh nyamuk Ae aegypti. Beberapa negara di Afrika yang dilaporkan telah terserang virus chikungunya adalah Zimbabwe, Kongo, Burundi, Angola, Gabon, Guinea Bissau, Kenya, Uganda, Nigeria, Senegal, Central Afrika, dan Bostwana. Sesudah Afrika, virus chikungunya dilaporkan di Bangkok (1958), Kamboja, Vietnam, India dan Sri Lanka (1964), Filipina dan Indonesia (1973). Chikungunya pernah dilaporkan menyerang tiga korp sukarelawan perdamaian Amerika (US Peace Corp Volunteers) yang bertugas di Filipina, 1968.

6. Malaria. Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium.  Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria seperti gejala pada penderita influenza. Apabila tidak diobati, penyakit akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian. Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasitPlasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi. Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. Sebanyak 90% dari jumlah kematian yang terjadi di Afrika dialami anak-anak. Untuk penemuannya atas penyebab malaria, seorang dokter militer Prancis Charles Louis Alphonse Laveran mendapatkan Penghargaan Nobel untuk Fisiologi dan Medis pada 1907.

Pencegahan.
Banyak nyamuk hidup selama 2 sampai 3 bulan. Kebanyakan akan mati atau hibernate ketika suhu turun di bawah 50 derajat. Di AS, musim nyamuk dimulai pada awal musim semi, puncak di musim panas, dan berakhir dengan pembekuan pertama. Di belahan dunia dengan cuaca yang lebih hangat, mereka mungkin aktif sepanjang tahun.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit mereka menyebar adalah untuk menghindari gigitan nyamuk.

* Kenakan pakaian berwarna terang untuk menutupi tubuh
* Gunakan anti nyamuk spray pada kulit
* Jangan berpakaian minim atau telanjang di tempat-tempat yang banyak air tergenang di lingkungan rumah.
* Jaga agar kolam airnya mengalir terus. Gunakan kasa nyamuk pada jendela atau kelambu ketika tidur di luar ruangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s