Kenali Gejala dan Bahaya Radang Otak Ensefalitis

image

Ensefalitis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan akut pada otak, biasanya disebabkan oleh infeksi (biasanya virus di alam bebas). Hal ini lebih sering terjadi pada usia yang sangat muda dan sangat tua dan biasanya muncul dengan gejala yang tidak spesifik seperti nyeri kepala, demam, dan lemas. Gejala neurologis dapat termasuk ataksia, kejang, dan fotofobia.

Ensefalitis adalah peradangan pada jaringan otak setempat (lokal) atau seluruhnya (difus). Ensefalitis berbeda denganmeningitis (radang selaput otak) dalam hal penyebab dan proses terjadinya penyakit. Namun, ensefalitis sering disertai oleh peradangan selaput otak sehingga disebut sebagai meningoensefalitis. Istilah ensefalitis mengacu pada peradangan otak yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus.

Penyakit radang otak yang jarang dijumpai. Kemungkinan terjadinya 0,5 per 100.000 orang, menyerang anak-anak dan bayi yang memiliki sistem imun tubuh rendah. 

GEJALA

Gejala ensefalitis akut bervariasi. Gejala awal pada orang dewasa berupa demam, nyeri kepala, mual dan muntah, dan nyeri otot yang berlangsung selama beberapa hari. Gejala klasik ensefalitis antara lain perubahan perilaku atau kepribadian, nyeri atau kaku leher, nyeri kepala, silau, penurunan kesadaran, dan kejang. Pada anak, gejala berupa demam, muntah, rewel, ubun – ubun menonjol, menangis terus – menerus dan lebih buruk jika digendong. Gejala spesifik pada ensefalitis yang disebabkan oleh virus Epstein – Barr, cytomegalovirus, campak dan virus mumpsadalah bercak kemerahan, pembesaran kelenjar getah bening, pembesaran hati, limpa, dan kelenjar liur.

Gejala klasik ensefalitis seperti flu biasa yang disebabkan virus, namun bisa juga muncul tiba-tiba tanpa  gejala. Untuk kasus ensefalitis ringan muncul gejala seperti demam, sakit kepala, hilang nafsu makan, lemas dan rasa tidak enak badan lainnya.  Untuk kasus yang  berat, gejalanya sakit kepala berat, mual dan muntah, leher kaku, disorientasi, kejang-kejang,  tampak  selalu mengantuk, hingga koma.

Segera ke Rumah Sakit: Ketika bayi Anda dibawah 3 bulan terserang demam >38° C disertai muntah, terus menerus menangis, ubun-ubun membonjol, tak berhenti menangis ketika digendong dan tubuh kaku. 

Beberapa kasus adalah ringan dan sembuh dalam beberapa minggu sedangkan yang lainnya lebih berat dan dapat bertahan hingga beberapa bulan; prognosis bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya, kesehatan pasien dan adanya penyakit yang menyertai. Salah satu kemungkinan komplikasi adalah kerusakan otak menetap yang dapat menyebabkan menurunnya kemampuan untuk mengingat, sensoris atau gangguan bicara. Sama seperti kondisi neurologis lainnya, disarankan kepada orang-orang dengan gejala seperti ini atau dengan kondisi seperti ini sebaiknya segera berkonsultasi dengan seorang dokter.

image

PENYEBAB

Sebagian besar ensefalitis disebabkan oleh infeksi virus. Berbagai macam jenis virus dapat menjadi penyebab, antara lain virusherpes simpleks, cytomegalovirus, virus varisela – zoster, virus Epstein – Barr, virus campak, virus mumps, dan viru rubela. Paparan terhadap virus dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, gigitan nyamuk atau serangga lain, titik – titik air liur (droplet) dari orang yang menderita infeksi virus, dan kontak kulit.

Ensefalitis juga dapat disebabkan oleh hal lain seperti infeksi bakteri, parasit, atau jamur; reaksi alergi; dan penyakit autoimun. Bakteri penyebab sifilis, tuberkulosis, dan penyakit Lyme dapat menyebabkan ensefalitis. Ensefalitis akibat jamur dan parasit umumnya ditemukan pada penderita penyakit gangguan sistem imun. Ensefalitis alergi dapat terjadi akibat reaksi imun terhadap vaksinasi. Ensefalitis autoimun terjadi 2 – 3 minggu setelah infeksi virus ringan di organ lain, dimana sistem imun tubuh menyerang jaringan otak sendiri karena adanya kemiripan struktur jaringan otak dengan struktur virus tertentu.

PENGOBATAN

Pengobatan ensfalitis adalah pemberian obat sesuai gejala dan sesuai penyebab. Untuk ensefalitis virus, diberikan obat anti-virus dan kortikosteroid. Anti-virus yang diberikan adalah asiklovir selama 14 – 21 hari, bertujuan untuk meringankan gejala, mencegah komplikasi, dan mencegah timbulnya gejala sisa. Kortikosteroid yang diberikan adalah deksametason, digunakan untuk mengurangi peradangan. Ensefalitis bakteri diobati dengan pemberian antibiotik sesuai penyebab, ensefalitis parasit dan jamur juga diobati dengan obat anti-parasit dan anti-jamur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s