Tips Untuk Menghadapi Vaksin Palsu

wp-1467101855142.jpgSaat ini keresahan melanda orangtua yang mempunyai anak balita yang telah diimunisasi. Betapa tidak berita vaksin palsu membuat para orangtua menjadi cemas. Apalagi setelah Menkes mengumumkan beberapa Rumah Sakit dan layanan kesehatan yang memberikan vaksin palsu beberapa orangtua yang pernah melakukan imunisasi di tempat tersebut menjadi panik luar biasa. Ternyata kepanikan orangtua bukan hanya disitu saja. Secara pelan dan pasti Kabareskrim semakin banyak mengungkapkan para pembuat vaksin palsu, distributor, Rumah Sakit atau apotik yang dicurigai sebagai tersangka. Bahkan Kabareskrim memastikan bahwa 7 wilayah di Indonesia telah terpapar Vaksin Palsu.

Meski berbagai institusi kesehatan seperti Kemenkes, IDAI dan BPOM sudah memastikan vaksin palsu tidak berbahaya. Tetapi tidak bisa disalahkan ketika banyak orang tua masih sangat panik dan cemas.  Apalagi orang awam dengan keterbatasan pemahaman dan pengetahuan di bidang kesehatan. Terhadap vaksin asli saja masih saja ada segelintir masyarakat Indonesia masih meragukan keamanannya, apalagi setelah adanya vaksin palsu.

Sangat mungkin tidak ada sedikitpun walau hanya sebiji zarah terdapat niat tidak terpuji dari Rumah Sakit atau Dokter saat memberikan imunisasi kepada anak atau bahkan kepada bayi kalau tahu vaksinnya palsu. Tidak sedikitpun terpikirkan oleh Rumah Sakit atau dokter tentang adanya vaksin palsu. Karena sejak Replubik ini berdiri tidak pernah terdengar adanya kejadian seperti ini. Bukan hanya masyarakat awam, anak atau cucu dokter pun tidak sedikit yang terduga mendapatkan vaksin palsu. Sebaiknya masyarakat atau siapapun juga tidak hanya bisa saling menyalahkan kecuali menyalahkan para pembuat vaksin palsu yang mempunyai niat yang sangat keji. Musibah yang menimpa anak Indonesia ini harus diterima dengan cara yang benar, bijaksana dan dihadapi bersama. Langkah awal yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mempercayai rekomendasi resmi dari Institusi kesehatan di Indonesia yang kredibel dan terpercaya seperti kemenkes, IDAI (Ikatan dokter Anak Indonesia dan BPOM menyebutkan bahwa vaksin palsu tidak berbahaya karena sudah melalui kajian berbagai ilmiah yang cermat dan terukur. Langkah berikutnya cermati beberapa kondisi yang beresiko mendapatkan vaksin palsu. Bila hal terakhir itu terjadi tidak perlu panik hanya perlu imunisasi ulang. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak dan menghubungi Direktur Tidak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ke nomor 1500567. Semoga anak Indonesia selalu disehatkan dan dilindungi Allah SWT dari musibah ini.

Tips Untuk Orangtua Saat Musibah Vaksin Palsu melanda Indonesiawp-1467101855142.jpg

  1. Langkah awal yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mempercayai rekomendasi resmi dari Institusi kesehatan di Indonesia yang kredibel dan terpercaya seperti kemenkes, IDAI (Ikatan dokter Anak Indonesia dan BPOM. Rekomendasi institusi yang menyebutkan bahwa vaksin palsu tidak berbahaya harus dipercaya karena sudah melalui kajian ilmiah yang cermat dan terukur.
  2. Langkah berikutnya kita harus mencermati apakah anak kita dicurigai mendapatkan vaksin palsu. Sayangnya langkah selanjutnya ini tidak semudah yang kita bayangkan. Bukan hanya masyarakat, dokterpun tidak mudah untuk untuk memastikan sebuah vaksin palsu kalau tidak ada pembanding aslinya. Orangtua boleh curiga anaknya mendapatkan vaksin palsu bila mendapatkan atau membeli vaksin tersebut dari oknum petugas rumah sakit tidak melalui prosedur atau jalur resmi. Tidak melalui jalur resmi biasanya ditandai dengan cara pembayarannya terpisah tidak melalui kasir resmi Rumah Sakit. Demikian juga bukti pembayarannya bukan berasal resmi dari resmi Rumah Sakit.  Hal ini terjadi karena modus yang paling sering vaksin palsu di distribusikan melalui beberapa oknum pertugas rumah sakit. Meskipun sebenarnya mereka tidak mengetahui bahwa vaksin tersebut adalah palsu.
  3. Cermati bila anak anda mendapatkan vaksin 12 jenis yang dinyatakan oleh Bareskrim Polri sebagai vaksin palsu.
  4. Cermati bila anak anda pernah imunisasi vaksin palsu itu pada 14 Rumah Sakit atau layanan klinis  yang telah diumumkan Kemenkes. meski tidak semua vaksin yang di tempat layanan kesehatan tersebut palsu.
  5. Bila orangtua mencurigai menerima vaksin palsu dengan cara tersebut di atas terjadi orangtua tidak perlu panik berlebihan karena menurut kajian ilmiah kedokteran vaksin palsu tersebut tidak berbahaya. Efek paling merugikan hanyalah anak tidak mempunyai kekebalan sehingga vaksinnya harus diulang lagi.
  6. Isu atau berita seperti setelah mendapatkan vaksin palsu anak menjadi demam, muntah atau sakit jangan terlalu mudah cepat dipercaya. Kalaupun gangguan tersebut terjadi hal itu juga bisa terjadi pada vaksin asli. Kejadian yang kebetulan bersamaan tersebut sebenarnya bukan karena pengaruh vaksinnya tetapi karena anak mengalami gangguan kesehatan lainnya yang kebetulan bersamaan. Tetapi bila orangtua masih tetap kawatir bisa berkonsultasi lebih cermat kepada dokter anak.
  7. Bila masyarakat curiga anaknya mendapatkan vaksin palsu sebaiknya menghubungi Direktur Tidak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri ke nomor 1500567.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s